Closing Tahunan,rutinitas penting dalam pelaporan keuangan

 

Closing Tahunan

Closing tahunan atau tutup tahunan adalah sebuah proses dimana catatan transaksi dalam 1 tahun periode akuntansi di tutup.Dalam proses ini laporan kuengan 1 periode akuntansi akan di bentuk,apa pemindahan saldo dari laba tahun berjalan ke saldo laba di tahan,atau laba di bukukan.Dari laba yang di bukukan biasanya perusahaan akan mengambil keputusan pembagian deviden atau keputusan lain melalui Rapat Umum Pemegang Saham.

Disamping itu,catatan pajak dalam 1 periode akuntansi akan dihitung,dilaporkan dan dibayarkan sesuai dengan Tax Planning yang sudah di susun perusahaan.Perhitungan pajak ini tentunya akan terintegrasi langsung dalam database DJP,sehingga mempermudah proses penghitungan dan pelaporan pajak.

Di indonesia periode akuntansi dan tahun pajak menurut peraturan berawal dari bulan januari sampai degan bulan desember.Dan untuk batas waktu pelaporan Pajak SPT tahunan yaitu bulan april untuk badan dan bulan maret untuk perurangan.

Di samping point-point penting dalam standard pelaporan keuangan,menurut mas hasan Dalam Closing Tahunan ada proses penting yang perlu di perhatikan untuk mengoptimalkan akurasi data dan pelaporan keuangan antara lain :

1. Auditting

Audit adalah proses pengumpulan dan pemeriksaan bukti mengenai informasi  catatan transaksi guna menentukan dan membuat laporan terkait tingkat kesesuaian antara informasi dan kriteria yang ditetapkan.Dengan adanya audit maka proses validasi pencatatan transaksi dengan bukti transaksi di periksa dan di laporkan sesuai degan kriyeria dan standard pelaporan keuangan.Dalam Closing tahunan audit bisa melibatkan 2 sisi ya itu internal Audit dan External Audit.Proses Auditing bisanya di lakukan akhir tahun atau pada awal tahun periode akuntansi sebelum batas pelaporan SPT tahunan  berakhir.

Audit juga bisa di lakukan dari beberapa sisi atau beberapa siklus,Misalnya Tax Auditing,Audit Siklus Persediaan,Audit siklus arus kas dan lain sebagainya.

2. Tax Planning

Perencanaan pajak yang telah di rumuskan dan di jalani dalam 1 masa periode akuntansi harus diperiksa ulang untuk memastikan bahwa pajak dan pelaporanya sudah sesuai degan peraturan perpajakan indonesia.Data dan catatan pajak di rekap untuk di laporkan dalam SPT tahunan,pastikan sudah di periksa dengan benar untuk mencegah kesalahan pelaporan.

Perencanaan pajak yang matang akan mempermudah kitaa dalam pengelolaan laporan keuangan dan untuk tujuan pengambilan keputusan bagi perusahaan.Selain itu degan tax planing,rencana dan realisasi anggatan perusahaan juga bisa di susun sesuai dengan peraturan perpajakan.

3. Sistem Informasi Akuntansi

Sistem informasi akuntansi yang di gunakan atau Software Accounting yang di gunakan juga harus sesuai degan standard penyajian laporan keuangan.Baik dari proses mastering,pencatatan transaksi sampai ke pelaporan harus mengikuti aturan Standard Akuntansi keuangan.Software Accounting yang sifatnya tidaks sesuai standard atau setengah-setengah hanya akan merepotkan kita sendiri dalam proses pelaporan keuangan.Selain itu metode pencatatan transaksi dan pelaporan keuangan pada Software Accounting juga harus difahami,seperti apa output yang dihasilkan.Tak jarang juga kita harus menyesuaikan atau koreksi,misalnya dari standard Komerseial ke standard fiskal.

4. Time Line/Schedulling

Pelaksanaan closing tahunan juga harus di rencanakan,mengigat banyak hal yang hasur dilakukan sebelum closingtahunan seperti Audit,Stock Opname,rekonsiliasi dan yang lainnya.Pastikan waktu waktu telah di tetapkan dan dijalankan agar tidak meleset dari bata waktu yang di tentukan.Batas waktu dapat di tentukan oleh manajemen,RUPS atau berdasarkan batas waktu maksimal pelaporan SPT tahunan. Kebiasaan menunda proses atau step step dalam pelaporan keuagan hanya akan menumpuk pekerjaan dimana nanti dapat mempengaruhi kecepatan dan akurasi laporan yang di sajikan.

dalam proses Closing tahunan akan terjadi pemindahaan saldo,yaitu saldo akhir tahun ditutup menjadi saldo awal tahun berjalan.DI point ini banyak hal yang harus di perhatikan seperti posisi laporan keungan ,penghitungan akun-akun yang akan di pindah saldo dan komponenen lain yang akan di keluarkan dari laporan keungan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar